Thursday, March 25, 2004

International Orangutan Awareness Week

Orangutan merupakan satu-satunya jenis kera besar yang berasal dari luar Afrika. Berbeda dengan tiga kera besar lainnya, simpanse, bonobo, dan gorilla, orangutan hidup di hutan hujan tropis yang masih tersisa di Sumatra dan Kalimantan. Saat ini, populasi orangutan yang hidup di alam liar diperkirakan kurang dari 15.000 ekor.

Hasil penelitian terakhir menyatakan bahwa orangutan sumatra (pongo pygmaeus abelii) dan orangutan kalimantan (pongo pygmaeus pygmaeus) merupakan dua spesies yang berbeda, tidak lagi dibedakan dalam subspesies (tapi sepertinya tetap ada yang berkeras bahwa mereka adalah dua subspesies yang berbeda, bukan dua spesies).

Perbedaan nyata antara orangutan sumatra dan kalimantan bisa dilihat dari fisiknya. Orangutan sumatra memiliki bulu yang lebih lebat, panjang, dan berwarna lebih terang dibanding saudaranya di kalimantan. Perbedaan berikutnya bisa dilihat dari bentuk muka orangutan kalimantan yang lebih bundar dari orangutan sumatra.

Secara umum, harapan hidup orangutan mencapai usia 50 tahun jika mereka berada dalam penangkaran, atau sekitar 30-45 tahun jika mereka di alam bebas. Fungsi reproduksi mereka mulai aktif ketika mereka mencapai usia 7-10 tahun, dan masa kehamilan orangutan betina berkisar 8,5-9 bulan. Bayi orangutan akan terus bersama ibunya hingga ia mencapai usia 7 tahun.

Biasanya, jarak kelahiran antara anak yang satu dengan anak berikutnya berkisar antara 8-9 tahun. Jadi bisa diperkirakan bahwa seekor orangutan betina hanya dapat memiliki 3-4 anak selama hidupnya.

Perbedaan antara orangutan betina dan jantan bisa dilihat dari bantalan pipi (cheek pad) yang hanya dimiliki oleh orangutan jantan dewasa. tinggi dan berat orangutan jantan juga biasanya jauh lebih besar dari betina.

Penyebab kepunahan orangutan yang utama adalah manusia, yang menggunakan habitat orangutan di hutan hujan tropis Indonesia untuk kepentingannya dan memperjualbelikan bayi orangutan untuk dijadikan hewan piaraan. Konversi lahan hutan menjadi ladang atau tempat tinggal, penebangan liar, dan kebakaran hutan juga merupakan ancaman besar bagi kehidupan orangutan di alam bebas.

Upaya apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari kepunahan orangutan? Orangutan Foundation International (OFI) memberikan sejumlah pilihan, diantaranya memberi sumbangan berupa uang dan benda untuk keperluan pengurusan orangutan di lokasi penangkaran.

Selain itu, kita juga bisa menyumbangkan waktu dan tenaga kita dalam upaya menyebarluaskan dan meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar kita akan bahaya kepunahan orangutan. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan International Orangutan Awareness Week (IOAW) yang biasanya diselenggarakan pada minggu pertama bulan November.

Untuk tahun 2004, IOAW akan berlangsung pada tanggal 7-13 November di seluruh dunia, dengan tema "Raising Local Awareness to Save the Orangutan". Kita pun bisa terlibat dalam kegiatan itu dengan menyelenggarakan sejumlah aktivitas yang ditawarkan oleh OFI. Untuk mengetahui informasi yang lebih detail mengenai kegiatan IOAW, klik saja www.ioaw.org.

Ada yang berminat untuk bergabung dan mengadakan kegiatan tersebut di Jakarta? gabung yuk!

ftd!