Thursday, January 29, 2004

vegetarian?

beberapa malam yang lalu, di salah satu stasiun tv sekilas ada berita tentang wabah flu burung dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. salah satunya adalah dengan memusnahkan ayam2 yang konon tertular wabah itu.

bagaimana cara memusnahkannya? dengan membakar hidup2 sekian ribu anak ayam! repeat MEMBAKAR HIDUP2!! repeat ANAK AYAM!!! poor thing...

HOW CAN HUMAN BE SO INHUMANE??!!!

"tapi mo gimana lagi caranya, kalo gak begitu kan nantinya nularin manusia," begitu komentar seorang teman.

right, humans and their big ego... fair enough.

ada benarnya juga sih apa yang dibilang si teman itu. tapi apa gak ada cara lain yang lebih manusiawi? kan wabah itu gak sepenuhnya salah si ayam, pasti gara2 ulah manusia juga.

baru sekarang gue ngerti kenapa para aktivis hijau banyak yang meributkan soal hak2 binatang dan kemudian memutuskan untuk menjadi vegetarian, atau bahkan vegan.

bukan penggunaan daging hewan untuk konsumsi makanan yang mereka permasalahkan, tapi perlakuan semena2 manusia terhadap hewan yang menjadi masalah (oh, c'mon, wake up and smell the coffee! humans have the heart to treat other human fellows cruelly, let alone the animals!).

hmmm, human superiority against other living creatures on Earth...

selesai menyimak berita sadis itu dan menyudahi diskusi tentang bagaimana cara pemusnahan yang lebih manusiawi, tentunya tanpa mendapatkan solusi yang memuaskan, sempat terlintas pikiran untuk menjadi seorang vegetarian (it might not be a great of help, but at least I will no longer involve in human's cruelty towards animals).

tapi ternyata itu gak gampang dilakukan. apalagi kalau kita berada di tengah masyarakat yang pola makannya cenderung meat-centred, dimana hampir semua makanan bisa dipastikan mengandung unsur daging (coba aja lo dateng kondangan, pasti gak banyak pilihan makanan non-daging). ada sih satu-dua jenis makanan non-daging, seperti ketoprak, gado2 dan sejenisnya, tahu-tempe dan segala bentuk olahannya, tapi ternyata itu pun masih kurang membantu.

jadi, dengan sangat menyesal niat menjadi vegetarian belum bisa dijalankan saat ini. trying to be a non-fastfood eater is already hard enough for me. maaf ya, yam... ftd!

Erik, hats off to you, dude, for being able to stay vegan. No idea how you can survive life without involving any animal products AT ALL!